Antalogi Puisi Ke-2



Langkahku tertatih di atas tanah berbudaya
Dalam ragam kreasi negeri ini terwarisi
Masihkah ia terasa hangat?
Sedang bulir-bulir lain telah mulai merasuki
Budaya tanahku mulai tercampakkan
Berganti sengitnya kebisingan tanah lain

Ini Indonesia, bukan?
Ini tanahku yang berbudaya
Kesejatian diri berhembus di napas adat berbeda
Dulu, entah sekarang

Wahai, anak bangsa penggerak cerita
Sematkan kekayaan negeri ini dalam bahasa jiwamu
Tanah kita tak sembarang tanah
Ini tanah berbudaya
Kujaga, kau pun jaga
Agar lestari tak tinggalkan legenda semata

***

Puisi diatas merupakan puisi saya yang masuk dalam buku kumpulan puisi senyawa Indonesia bersama puisi-puisi penulis lainnya.

Untuk informasi buku, silakan kunjungi
**^_^**

Share on Google Plus

About Nayla Dyayu

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

6 komentar:

  1. kayaknya kak nayla berbakatt menjadi seorang puitis :D

    Kunjungan Rutin :D, Jangan Lupa Berkunjung balik Ke Blog Sederhana Saya Ya.. ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga..^^ He..

      Siipz, terimakasih kunjungannya...

      Hapus
  2. indonesia bumi pertiwi kita

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.