Aku Memang Lemah



Keheningan malam belum membuatku tertidur..
Hembusan angin malam belum mengantarkan kantuk..

Melayanglah pikiranku ke berbagai tingkahku, terbang berkeliling diantara khilafku..
Dan tertumbuk pada gunungan dosaku berbau keduniawian..

Aku memang lemah, Rabbi..
Setiap ku awali hari, ku tekadkan akan berada di jalan-Mu seutuhnya.
Namun, aku yang lemah terperangkap dalam gelak tawa yang mematikan hatiku..
Aku terkurung dalam sifat busuk manusiawi..
Aku lemah, aku tak kuasa menahan nafsu kemungkaran…

Aku memang lemah, Rabbi..
Aku sering lalai mengingat-Mu..
Aku tak kuasa menahan kantuk untuk bangun dan bermunajat di sepertiga malam-Mu..
Aku sia-siakan waktuku..
Lupa akan bersyukur kepada-Mu,
lupa dengan hidup yang sementara,
lupa atas diri yang belum punya bekal cukup untuk menghadap-Mu…

Benar, aku lemah..
Aku tak berdaya melawan bisikan syaithan..
Aku tak berani menyatakan yang salah itu salah..
Aku tak berani mengikuti kebenaran..
Aku takut pada kemarahan manusia,
sementara aku lupa dengan apa-apa saja yang membuat-Mu marah…

Aku memang lemah..
Dan kali ini aku datang dengan kelemahanku Ya Allah..
Ampuni diri yang bersalah.. Ampuni diri yang berselubung nista..
Aku memang lemah, dan Engkau Maha Besar dan Kuat..
Aku kecil dan tak berharga,
tapi harapanku besar untuk pengampunan dari-Mu
Maka, ampunilah aku Ya Ghofur....
Share on Google Plus

About Nayla Dyayu

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.