Tak Perlu Caci-Maki


Menasehati, tidak perlu dengan caci-maki atau merasa benar sendiri. Pun mengkritisi, juga tak perlu dengan caci-maki atau cuap-cuap tanpa solusi...

Yang masih 'melanjutkan', silakan bertahan dengan ikhlas dan senatiasa memperbaharui & meluruskan niat. Yang sudah 'tidak', silakan pergi tanpa caci-maki, stop buka aib saudara sendiri, belajar dan gali lebih dalam lagi, jangan sampai pergi untuk membuka gerbang kehancuran diri.

Percuma online hingga setengah mati, saling serang dari jam 4 sore sampai jam 4 dini hari, toh cuma menambah penyakit & sakit hati.

Sekali lagi, menasehati tidak perlu dengan caci-maki atau merasa benar sendiri. Pun mengkritisi, juga tak perlu dengan caci-maki atau cuap-cuap tanpa solusi...

Berhenti saling mengadili. Sebab, kelak di peradilan Yang Maha Adil, kita akan ditanyakan perihal apa yang kita lakukan, bukan perihal apa yang mereka lakukan. Mari periksa diri masing-masing...

Tetap saling sapa, senyum & 'mesra' saat jumpa, toh dia masih saudaramu seiman. Meski kini tak lagi satu pikiran, tapi masih satu keyakinan. Meski di cap berstatus 'mantan', tapi ia masih berpotensi menjadi 'berlian' ^__^

***

Share on Google Plus

About Nayla Dyayu

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.