Tips Agar Tetap "Habis-habisan" hingga Ramadhan Berakhir




"Apabila bulan Ramadhan telah tiba, isilah 10 awal bulan Ramadhan-mu dengan ibadah-ibadah (warming up), lalu tambah lagi frekuensinya di 10 hari yang kedua, dan baru habis-habisan di 10 hari yang terakhir. Inilah sunnah Rasulullah, bukan sebaliknya, start Ramadhan dengan habis-habisan lalu malas-malasan di 10 hari terakhir."
(Syaikh Al-Maghamisi)

Wah, kebanyakan kita memang begitu. Saat sebelum Ramadhan, kita begitu merindukan datangnya Ramadhan, bertekad  tak akan menyia-nyiakannya lagi. Tetapi, ketika Ramadhan datang dan telah dikecap belasan hari, semangat mulai kendur, kemalasan mulai menguasai, kelalaian dan bersantai-santai sudah meliputi diri. Padahal dulu merindukan Ramadhan setengah mati, kini malah menjalaninya setengah hati!

Kita jangan terlalaikan terlalu lama, sob. Mungkin benar sudah fitrah manusia berada dalam kondisi keimanan yang kadang naik dan kadang turun. Namun, ketika sudah mulai terlengah beberapa saat, kita harus tancap gas lagi, tepis segala hal yang menghalangi. Bisa dibilang, kalau kita sudah turun dua, nanti naik lagi lima. Lalu turun lagi tiga, cepat sadari lalu naik lagi delapan. Jadi kurva naik-turunnya ibadah kita itu lebih banyak naiknya daripada turunnya.

Nah, bagaimana agar kita tetap bisa "habis-habisan" hingga Ramadhan berakhir?

Andai Ini Ramadhan Terakhir
Coba bayangkan, sob. Andai ini Ramadhan terakhir kita, sudahkah rasanya kita melakukan amalan yang terbaik? Untuk memotivasi diri kita, bayangkan saja ini adalah Ramadhan terakhir dalam hidup kita, dalam artian kita belum tentu bertemu dengan Ramadhan tahun depan. Akankah kita menyia-nyiakannya?  Mari lakukan yang terbaik dan menangkan Ramadhan tahun ini!

Ingat Kematian
Ya, seperti yang Rasulullah SAW sabdakan, "cukuplah kematian sebagai pemberi nasehat." Tak perlu kita menerawang terlalu jauh, coba pikirkan kematian dan bagaimana persiapan kita untuk menghadapinya. Ramadhan merupakan moment yang tepat untuk mempersiapkan bekal kematian sebanyak-banyaknya.

Yang sayang untuk dilewatkan...
Siapa sih yang belum tahu keutamaan bulan Ramadhan? Sedikit banyaknya kita tahu bahwa di bulan ini ibadah yang kita lakukan akan dinilai berkali-kali lipat dari bulan biasanya. Sayang kan untuk dilewatkan...

Semoga mulai detik ini, kita bisa kembali memacu semangat Ramadhan kita, tak hanya bagi pembaca, tapi juga bagi saya sendiri. :-)

Keep spirit...!!
Keep smile...!!
Keep istiqomah...!!

**^__^**


Share on Google Plus

About Nayla Dyayu

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

4 komentar:

  1. KeepCalm kakak.. ^_^
    semoga senantiasa istiqomah ya.. dan meraih "keutungan" yang Besar di bulan Ramadhan ini

    BalasHapus
  2. Nah, itu! Tidak salah jika Rasulullah bersabda, "orang yang cerdas, adalah orang yang mengingat mati". Jika mengingat mati, sifat dasar manusia, yaitu takut, akan menggema. Lalu, melambungkan ingatan tentang apa-apa yang telah dilakukan, apa-apa yang telah dicapai. Jadinya, bisa mengoreksi yang salah, dan menambah yang benar.

    Terkadang, beberapa orang berstrategi untuk menghadapi kadar iman yang naik turun itu dengan menganalogikan hidup dengan sesuatu, untuk bisa meraih motiasinya masing-masing. :)

    BalasHapus
  3. makasih ukhti, saya akan berusaha.. postingan yg menyentuh

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.